Universitas Narotama–INKINDO Sumatera Selatan Bangun Kolaborasi Strategis Pengembangan SDM dan Kompetensi Profesional
30 Oktober 2026, 22:00:49 Dilihat: 27x
Universitas Narotama memperkuat jejaring kerja sama dengan dunia industri dan asosiasi profesi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di kampus Universitas Narotama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan praktisi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan dunia kerja.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Narotama, Associate Professor Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M.; Wakil Rektor II, Dr. Ir. Reswanda, S.E., S.Pi., M.M.; Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Adi Prawito, M.T., M.M., IPM; serta Direktur Kerja Sama, Christine Ayu Ashari, S.E., M.M. Sementara itu, dari pihak INKINDO hadir Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Sumatera Selatan, Ir. Ice Trisnawati, S.E., S.H., S.T., M.T., yang merupakan alumni Universitas Narotama, beserta jajarannya.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Narotama, Dr. Ir. Adi Prawito, M.T., M.M., IPM, menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak semata-mata merupakan formalitas kelembagaan, tetapi didasarkan pada kebutuhan bersama antara dunia akademik dan dunia praktik profesional. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan dengan industri agar pengembangan keilmuan, kurikulum, dan kompetensi lulusan senantiasa selaras dengan perkembangan teknologi serta dinamika kebutuhan di lapangan.
“Dunia pendidikan dan dunia industri harus saling berkolaborasi karena keduanya memiliki kebutuhan yang saling berkaitan. Perguruan tinggi membutuhkan masukan dari praktisi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan persoalan di lapangan, sedangkan para praktisi juga membutuhkan dukungan akademik untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan keilmuan,” jelasnya.
Menurut Dr. Adi Prawito, hubungan antara Universitas Narotama dan DPP INKINDO Sumatera Selatan sebenarnya telah terjalin sebelum penandatanganan MoU dan MoA. Sejumlah anggota organisasi tersebut, termasuk praktisi dan individu yang memiliki keterkaitan dengan instansi pekerjaan umum, telah menempuh pendidikan di Universitas Narotama.
Keterhubungan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Penandatanganan MoU dan MoA diharapkan dapat memperkuat hubungan yang telah terbentuk sekaligus membuka ruang bagi pelaksanaan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.
Pengalaman alumni dalam mengembangkan pendidikan dan karier profesional menunjukkan pentingnya hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan lulusannya. Dalam konteks ini, alumni tidak hanya menjadi bagian dari jejaring institusi, tetapi juga berpotensi menjadi penghubung antara dunia akademik dan kebutuhan profesional di masyarakat.
Salah satu arah strategis kerja sama ini adalah peningkatan kompetensi anggota INKINDO melalui pendidikan, pelatihan, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman profesional. Di sisi lain, keterlibatan praktisi diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran di perguruan tinggi melalui masukan mengenai perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan berbagai persoalan aktual yang dihadapi di lapangan.
Dr. Adi Prawito menegaskan bahwa kerja sama dengan asosiasi profesi dan industri merupakan kebutuhan substantif bagi perguruan tinggi, bukan sekadar pemenuhan administratif dalam proses akreditasi.
Menurutnya, kurikulum perlu dikembangkan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Pengalaman praktisi dapat menjadi sumber masukan untuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan, memperbarui materi pembelajaran, serta menghubungkan teori akademik dengan penerapannya dalam praktik profesional.
Dengan pendekatan tersebut, proses pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai landasan teoretis, tetapi juga memiliki pemahaman kontekstual dan kemampuan menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.
Selain peningkatan kompetensi dan pengembangan kurikulum, kerja sama Universitas Narotama dengan INKINDO Sumatera Selatan juga membuka peluang pengembangan kolaborasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang penelitian, pengalaman praktisi dapat menjadi sumber identifikasi masalah yang relevan untuk dikaji secara akademik. Permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pekerjaan profesional dapat dikembangkan menjadi objek penelitian, sedangkan hasil kajian akademik berpotensi memberikan alternatif solusi bagi kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
Kolaborasi juga dapat diperluas melalui keterlibatan akademisi sebagai narasumber, tenaga ahli, maupun mitra dalam kegiatan yang sesuai dengan kompetensi masing-masing. Dengan demikian, hubungan antara perguruan tinggi dan asosiasi profesi tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan di lapangan.
Lebih lanjut, Dr. Adi Prawito menekankan bahwa persoalan di bidang konstruksi tidak dapat dipahami hanya dari perspektif teknis. Pelaksanaannya juga berkaitan dengan aspek hukum, ekonomi, dan teknologi informasi sehingga membutuhkan pendekatan multidisipliner.
Kondisi tersebut membuka peluang keterlibatan berbagai fakultas dan program studi di Universitas Narotama dalam pengembangan kerja sama. Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta bidang ilmu komputer dan teknologi informasi berpotensi memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan dan ruang lingkup kegiatan yang dikembangkan.
Sebagai contoh, persoalan konstruksi dapat berkaitan dengan aspek kontraktual, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, analisis ekonomi proyek, serta pemanfaatan teknologi dalam proses perencanaan dan pengelolaan pekerjaan. Sinergi berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan solusi yang relevan dengan kebutuhan praktisi.
Pendekatan multidisipliner tersebut sekaligus memperluas manfaat kerja sama, sehingga tidak hanya berorientasi pada pengembangan Fakultas Teknik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik lintas fakultas.
Ke depan, Universitas Narotama berharap hubungan dengan INKINDO Sumatera Selatan dapat terus berkembang melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan. Pengembangan pelatihan, peningkatan kompetensi, penelitian bersama, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi sejumlah peluang yang dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan kedua pihak.
Jaringan INKINDO dengan berbagai pelaku industri dan instansi yang berkaitan dengan pembangunan juga memberikan peluang untuk memperluas konektivitas profesional. Bagi Universitas Narotama, jejaring tersebut dapat mendukung penguatan hubungan dengan dunia kerja sekaligus meningkatkan pengenalan institusi melalui kontribusi akademik yang nyata.
Namun, pengembangan kerja sama perlu disertai komitmen untuk menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan, serta memperkuat keunggulan institusi. Di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin dinamis, hubungan yang erat dengan dunia profesional menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga relevansi pendidikan dan meningkatkan daya saing lulusan.
Melalui kerja sama ini, Universitas Narotama menegaskan pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dan asosiasi profesi. Sinergi akademisi dan praktisi diharapkan mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat.