Resmikan GI BEI UNNAR, Universitas Narotama Perluas Akses Edukasi dan Peluang Investasi Pasar Modal
03 November 2026, 21:25:54 Dilihat: 74x
Universitas Narotama terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan literasi keuangan, meningkatkanpemahamantentanginvestasisertamembukakesempatankarir di pasar modal bagi Civitas Akademika Universitas Narotama serta masyarakat umum melalui peresmian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Narotama (GI BEI UNNAR), Selasa (27/10/2026). Kehadiran galeri ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Narotama, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh perwakilan ketiga pihak, yakni Presiden Direktur PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Mr. Changkun Shin; perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur, Ibu Cita Mellisa; Wakil Rektor II Universitas Narotama, Dr. Ir. Reswanda, S.E.,S.Pi.,M.M. yang mewakili Rektor Universitas Narotama; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Narotama Dr. H. Agus Sukoco, S.T., M.M. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke ruang GI BEI UNNAR dan seminar pasar modal yang diikuti sekitar lebihdari 100 mahasiswa.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi sekaligus Penanggung Jawab II GI BEI UNNAR, Nila Sari, S.E., M.A., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut menghadirkan sinergi antara perguruan tinggi, penyelenggara danpenyediainfrastrukturpasarmodal, dan perusahaan sekuritas dalam membangun ekosistem edukasi pasar modal di lingkungan kampus.
Menurutnya, Bursa Efek Indonesia berperan sebagai penyelenggara pasar modal, sementara PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menjadi perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan dan fasilitas transaksi investasi saham bagi investor.
“GI BEI UNNAR tidak hanya menjadi tempat civitasakademikaUNNARsertamasyarakatumum mengenal pasar modal secara teori, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran praktis. Mulaidari memahami bagaimana membuka rekening efek, mengenali perusahaan yang sahamnya akan dibeli, menganalisis laporan keuangan, serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” jelas Nila.
Ia menambahkan, pengembangan GI BEI UNNAR juga diarahkan untuk mendukung integrasi edukasi pasar modal ke dalam pembelajaran, khususnya mata kuliah Manajemen Keuangan dan Manajemen Investasi.
Sebagai langkah awal pengelolaan galeri, Universitas Narotama telah membentuk Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang melibatkan 10 mahasiswa aktif. Kelompok ini nantinya akan dibekali pelatihan dan pendampingan secara bertahap oleh pihak terkait.
Para anggota KSPM dipersiapkan untuk memahami mekanisme investasi, penggunaan aplikasi sekuritas, analisis saham, hingga pengenalan risiko investasi sebelum menjalankan peran sebagai edukator bagi caloninvestor.
“KSPM harus memahami terlebih dahulu bagaimana menjadi investor, bagaimana membuka akun, dan bagaimana menganalisis saham. Mereka nantinya diharapkan dapat memberikan edukasi kepada calon investor. Karena itu, kami akan mengajukan pelatihan lanjutan kepada BEI maupun PT Kiwoom Sekuritas Indonesia,” ungkapnya.
Dari sisi pengembangan program, keberadaan GI BEI UNNAR juga tidak terlepas dari proses penjajakan dan penguatan kemitraan yang dilakukan Universitas Narotama. Kepala Subdirektorat Kerja Sama Universitas Narotama, Ani Wulandari, S.S., M.M, menjelaskan bahwa pemilihan PT Kiwoom Sekuritas Indonesia sebagai mitra didasarkan pada rekam jejak perusahaan serta komitmennya dalam mendukung edukasi pasar modal. Selain memiliki latar belakang perusahaan sekuritas di Korea Selatan, Kiwoom dinilai mempunyai perhatian terhadap pentingnya pendidikan dan literasi investasi bagi masyarakat.
“Hal yang membuat kami tertarik adalah Kiwoom juga memiliki kepedulian terhadap edukasi. Kami memiliki kesamaan pandangan bahwa literasi pasar modal perlu diperkenalkan lebih luas, bahkan dapat diintegrasikan dalam mata kuliah seperti Manajemen Keuangan dan Manajemen Investasi agar mahasiswa mampu menentukan alternatif investasi berdasarkan pengetahuan yang tepat,” jelas Ani.
Ia menegaskan, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan produk investasi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi civitasakademikaUNNARdanmasyarakatumumakan perluasan wawasan mengenai industri pasar modal.
Rangkaian peresmian GI BEI UNNAR dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan dua narasumber, yakni perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Timur, Asikin Ashar, serta Branch Manager PT Kiwoom Sekuritas Surabaya, Teguh Wibowo. Seminar dimoderatori oleh Nila Sari dan diikuti sekitar lebihdari 100 mahasiswa danbeberapadosen.
Dalam pemaparannya, perwakilan BEI memberikan wawasan mengenai investasi pasar modal dan pentingnya kecakapan finansial bagi generasi muda. Mahasiswa diajak memahami perbedaan investasi yang memiliki dasar dan mekanisme jelas dengan praktik keuangan ilegal, seperti investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan judi online.
Materi juga memperkenalkan investasi saham syariah sebagai salah satu alternatif investasi yang dapat dipilih dengan memperhatikan ketentuan dan prinsip syariah yang berlaku.
Sementara itu, Teguh Wibowo membahas perkembangan pasar modal Indonesia, investasi, serta peluang karier di industri pasar modal. Sejumlah bidang yang dapat ditekuni mahasiswa antara lain analis riset saham, investment banking, manajemen investasi, kepatuhan, serta manajemen risiko. Untuk menekuni bidang-bidang tersebut, mahasiswa perlu mempersiapkan kompetensi dan sertifikasi profesional sesuai persyaratan masing-masing bidang.
Selama ini, masyarakat cenderung lebih mengenal instrumen investasi konvensional seperti tabungan emas maupun deposito perbankan. Padahal, pasar modal juga menawarkan alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan untuk mengembangkan aset dalam jangka panjang. Melalui GI BEI UNNAR, CivitasAkademikaUNNAR dan masyarakat umum diharapkan semakin mengenal mekanisme investasi saham, memahami karakteristik instrumen investasi, serta mampu mempertimbangkan potensi keuntungan dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
GI BEI UNNAR diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi dan literasi keuangan yang aktif, aplikatif, serta berkelanjutan. Keberadaannya tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa lintas program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum.
Selain sebagai sarana edukasi dan pengenalan investasi, galeri ini juga direncanakan menjadi ruang simulasi investasi, diskusi, penelitian, pelatihan, serta kolaborasi dengan praktisi pasar modal melalui dukungan BEI dan PT Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Nila Sari berharap keberadaan GI BEI UNNAR memperoleh dukungan berkelanjutan dari universitas sehingga dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapan saya, GI BEI UNNAR ini bisa selalu berkembang, aktif, dan memberikan kebermanfaatan bagi sivitas akademika Universitas Narotama maupun masyarakat umum. Kami ingin membantu masyarakat agar semakin melek terhadap investasi di pasar modal. Namun, yang terpenting, investasi harus disertai pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai risiko,” pungkasnya.
Melalui GI BEI UNNAR, Universitas Narotama menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman dan wawasan praktis sebagai bekal CivitasAkademikaUNNAR menghadapi perkembangan dunia keuangan dan industri investasi.